Aurora Borealis – Part 1

Aurora Borealis, atau disebut juga Northern Pole Light salah satu fenomena alam yang paling menakjubkan di dunia ini – hiasan langit dari yang Maha Kuasa.

Menurut orang pintar (dalam arti positif), Aurora ini merupakan fenomena yang terjadi akibat aktivitas di “atas” sana yang melibatkan medan magnet bumi dengan aktivitas matahari. Hasilnya, sungguh sangat amat menakjubkan (tidak berlebihan jika dikatakan begitu).

3 Februari 2009 sekitar pukul 20.00 GMT. Saya mendapat telepon dari teman satu rumah, padahal dia sudah berada di rumah saat itu. Karena saya berada dalam kamar tidur, saya acuhkan saja karena orang ini memang suka becanda. Tapi setelah di biarkan satu kali, telpon berdering untuk ke dua kalinya. Karena penasaran, ya sudah diangkat saja.

“Do you want to see the northern light??, come out!!” begituh kira-kira ucapan Pak Indra.

“I’m coming….” – menutup telepon – ambil jaket – berlari ke bawah luar (turun tangga kemudian keluar) kira-kira itu yang saya lakukan dalam 1/4 menit.

Sedikit berlari di tangga dengan sedikit tidak percaya dengan apa yang dikatakan Indra, jantung saya berdegup mengingat sebuah selembaran iklan berjudul “10 things to do when you’re in Iceland” yang salah satunya…”Watching Aurora Borealis”.

Celana pendek dan jaket SMA akhirnya mengantar saya keluar rumah yang bersuhu sekitar -7 derajat Celsius. Sendal jepit lumayan tidak berguna pada suhu ituh. Dan lupa bawa kamera…Beuh, dodol betul.

auroraborealis

Langit sedang cerah malam itu. Terlihat samar-samar warna hijau gelap seperti kain terbentang dari arah Timur hingga ke Barat. Seakan sudah bosan melihat bintang, malam itu langit seolah-olah gelap dan hanya diterangi lembaran hijau tua yang bergerak seperti lembaran kain yang amat panjang di udara dan tertiup angin. Kemana bulan malam itu? Hanya lembaran hijau yang saya perhatikan.

Rekan saya Indra dan Alvin, berjalan masuk ketika saya sampai di pintu depan.

“Udah difoto ‘ndra?” tanya saya,

“Ngga keliatan Pak, gelap.” jawab Indra dan kemudian masuk.

Saya pun keluar sambil memandang langit… “Masya Alloh…inikah Aurora? Sebuah fenomena alam pertama yang saya liat secara langsung di belahan bumi utara yang sangat terkenal, betul-betul hanya yang Maha kuasa yang mampu membuatnya”. Tapi sayang, aurora mungkin tidak sebegitu tertarik untuk bersinar seperti saya yang sangat tertarik untuk melihatnya, sehingga cahanya seakan hanya memperlihatkan “hai, ini lah saya…dan saya eksis loh..that’s it” meskipun dia masih bergerak di langit dengan cahayanya yang redup. Selain itu cuaca dingin hanya membuat saya bisa bertahan kurang dari 1 menit berada di udara terbuka, dan cahaya Aurora yang tidak begitu bersinar sedikit mengecewakan tentunya……tapi, apa mau dikata…itulah Aurora Borealis.

Those who dwell among the beauties and mysteries of the earth are never alone or weary of life. (Rachel Carson)

(0909).

***

Penulis

RIFQA AGUNG WICAKSONO

7 thoughts on “Aurora Borealis – Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s