BOLA SALJU KEHIDUPAN

Manusia hidup di dunia ini dengan segala rupa aktivitas dan saling berinteraksi sosial dengan manusia yang lain. Interaksi sosial itulah yang kemudian membentuk siklus yang terus bergulir seperti bola salju, yang terkadang sulit untuk diterima oleh akal sehatnya manusia. Tapi itulah hidup, itulah kuasa-Nya.

Ada cerita di suatu pagi ada seorang pemuda yang akan pergi ke sebuah tempat menggunakan taksi. Pemuda tersebut menghentikan taksi dari pinggir jalan, kemudian masuk kedalam taksi, menutup pintu taksi, seraya mengatakan sebuah tempat yang ia tuju kepada pak supir. Pemuda tersebut melakukan kesemuanya dengan cara yang baik, dan tutur bahasa yang sopan. Pak supir pun merasa senang dengan pemuda tersebut yang notabene-nya adalah penumpangnya. Rasa senangnya ditunjukkan dengan mengemudi yang baik dan juga menyalakan AC sampai taksi itu benar-benar terasa nyaman. Ketika sampai di tujuan, argo taksi menunjukkan angka Rp 40.000,- , sang pemuda mengeluarkan selembar uang Rp 50.000,-an dan sambil tersenyum pemuda itu berkata pada pak supir, “kembaliannya untuk bapak saja.”

Setelah mengucapkan terimakasih, pak supir menuju warung makan yang biasa ia kunjungi untuk sarapan. Kemudian ia memesan nasi dan sayur seperti biasanya. Akan tetapi tiba-tiba, “Mbok, tolong tambahkan ayam goreng 1 potong ya,” ucap pak supir. Si Mbok pun menambahkan ayam goreng 1 potong pada piring pak supir sambil keheranan karena biasanya pak supir hanya memesan nasi dan sayur saja. Pak supir kemudian makan dengan lahap sekali karena perasaannya dalam keadaan baik sekali. Ketika hendak membayar, pak supir melebihkan uangnya sebesar Rp 5.000,- dan tersenyum  seraya berkata, “ini buat jajan anaknya mbok ya.” Si mbok mengucapkan terimakasih dan memberikan uang tersebut kepada anaknya yang hendak ke sekolah.

Anak si mbok pun berangkat ke sekolah dengan hati yang riang karena diberikan uang jajan tidak seperti biasanya. Ketika jam istirahat di sekolah, anak si Mbok membagi roti yang ia bawa kepada teman dekatnya. Ia berpikir kalaupun nanti masih lapar, dia masih punya uang Rp 5.000,-, yang penting dia senang bisa berbagi dengan temannya. Dan seterusnya….

Apa hikmah yang bisa kita ambil?

Kebaikan demi kebaikan yang dilakukan akan terus mendatangkan berkah dan anugrah dari Allah swt. Ketika kita berbuat baik pada seseorang, maka seseorang itupun akan berbuat baik pula kepada orang lain, dan seterusnya. Itulah anugrah Allah swt.

Sebaliknya, kejelekan demi kejelekan yang dilakukan akan terus mendatangkan kemudharatan. Ketika kita berbuat suatu kejelekan kepada seseorang, tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan seseorang tersebut untuk melakukan kejelekan kepada orang lain lagi, dan seterusnya.

Sebagai contoh, coba bayangkan seandainya pemuda dalam cerita tadi menutup pintu taksi dengan keras, dan mengatakan tujuannya kepada pak supir dengan kasar. Mungkin pak supir akan ugal-ugalan dalam mengemudikan taksinya, AC nya tidak dinyalakan, benar-benar penuh ketidaknyamanan. Dan seterusnya…

Marilah kita mengintrospeksi diri kita masing-masing, apakah selama ini kita sudah banyak berbuat baik kepada orang lain dan lingkungan kita, apakah baik atau buruk, atau seimbang antara keduanya? Hehe

Yuk mencoba selalu berbuat baik, karena Allah swt mencintai hamba-Nya yang berbudi pekerti yang luhur dan membenci hamba-Nya yang buruk budi pekertinya. (HR. Al-Hakim)

 

Sumber: Wawasan Organisasi Bulan Oktober 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s