Yuk Kenali Lebih Dekat Hijab/Jilbab Kita

Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara lainnya, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim (jilbab). sementara di Indonesia sendiri kata “hijab” mulai digunakan sebagai (kata ganti) model jilbab di tahun 2010an dan mulai membooming di lingkungan pemudi Indonesia khususnya di tahun 2012-an ini. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Dalam Al Qur’an pada dua surat Al-Ahzab dan An-Nur disebutkan kewajiban wanita muslim menggunakan hijab:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)

Kemudian hal yang paling dasar tentang tata cara syahnya berjilbab dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 31:

…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… (An Nuur :31)

Kriteria jilbab dan pakaian seorang muslimah yang benar hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk kesenangan pribadi dan mencari perhatian / popularitas diri.

Dalam halnya hijab ini sendiri kami menjumpai banyak hijab style mulai berkembang di Negara kita dan disadari atau tidak mulai merambah di lingkungan Generasi kita. Namun yang disayangkan nampaknya hal ini tidak dapat dibenarkan sebab kurangnya kriteria hijab / jilbab yang benar seperti sudah disebutkan diatas. Seperti, tidak menutupi dada, tipis, ketat (membentuk lekuk leher), lebih tinggi dari kepala (punuk unta style), disemprot parfum dan lain lain. Hal yang tidak kalah penting yaitu niat juga berpengaruh terhadap hukum hijab / jilbab yang digunakan. Pola pikir sederhana namun sering dilalaikan adalah menjadikan hijab / jilbab sebagai perhiasan, kepuasan, agar terlihat lebih cantik, bahkan dengan sengaja meniati agar menarik perhatian orang lain.

Jadi sudah selayakanya kita berhati-hati terhadap gempuran-gempuran hijab style maupun tutorial-tutorial hijab yang belakangan ini tanpa kita sadari mengajarkan kita hal-hal yang sebenarnya bukan identitas umat muslim yang sesungguhnya.

Saudari-saudariku, Pahamilah : “Kebenaran datang dari hal asing, dan akan kembali menjadi asing”.

Sama seperti cara berjilbab yang benar, ingatlah beberapa dekade kebelakang, berjilbab dengan cara yang benar adalah hal yang ‘aneh’ bagi banyak orang di Negara ini. Dan apakah cara berjilbab ini akan kembali menjadi ‘aneh’ di lingkungan generasi kita? dengan waktu yang terlalu cepat ini?

Diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya. Sudah benarkah Jilbab / Hijab Kita? =)

#YJ47

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s