Salman Al-Farisi pejuang Islam dari Persia

Salman Al-Farisi merupakan sosok pemuda yang gigih dan memiliki pemikiran yang cemerlang. Sumbangan terbesarnya dalam pembuatan parit untuk membendung pasukan Quraisy dalam Perang Khandaq, sebuah strategi perang yang belum dikenal oleh kaum Arab sebelumnya. Salman merupakan orang yang paling suka terhadap apa yang diciptakan oleh Allah kepadanya. Perjuangannya dalam mencari keimanan dilalui dengan berliku.

Salman sendiri dilahirkan di Persia dengan agama Majusi. Salman belia pun melarikan diri ke negeri Syam karena tertarik dengan agama Nasrani. Ia pun tinggal bersama rahib di gereja. Hingga sepeninggal  rahib ia pun dianjurkan untuk pergi ke Semenanjung Arab. Sesampainya disana, ia pun dijual untuk menjadi budak bagi seorang Yahudi. Namun ketika bertemu Rasululloh saw yang sedang hijrah, ia pun masuk Islam. Rasululloh dan sahabat pun membantu Salman agar terbebas dari perbudakan serta mengambil bagian bersama Rasululloh dalam perang Khandaq dan peperangan lainnya.

Beberapa orang pemuka Yahudi pergi ke Mekah menghasut orang musyrik dan golongan kuffar agar bersekutu menghadapi Rasulullah saw dan Kaum Muslimin. Dua puluh empat ribu orang prajurit di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn mengepung kota Madinah. Tentara Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, sementara Bani Quraidlah (Yahudi) akan menyerang-nya dari dalam yaitu dari belakang barisan Kaum Muslimim sehingga mereka akan terjepit dari dua arah.

Rasulullahpun mengumpulkan para shahabatnya untuk bermusyawarah. Ketika itulah tampil Salman al-Farisi, sosok tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang disayangi dan amat dihormati oleh Rasulullah saw. Dari tempat ketinggian ia melayangkan pandang meninjau sekitar Madinah, dan sebagai telah dikenalnya juga didapatinya kota itu di lingkung gunung dan bukit-bukit batu yang tak ubah bagai benteng juga layaknya. Hanya di sana terdapat pula daerah terbuka, luas dan terbentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki benteng pertahanan.Ia pun mengajukan suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota.

Kaum Quraisy menyaksikan parit terbentang di hadapannya, merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota. Dan akhirnya pada suatu malam Allah Ta’ala mengirim angin topan yang menerbangkan kemah-kemah dan memporak-porandakan tentara mereka. Abu Sufyan pun menyerukan kepada anak buahnya agar kembali pulang ke kampung mereka dalam keadaan kecewa dan berputus asa serta menderita kekalahan pahit.

2 thoughts on “Salman Al-Farisi pejuang Islam dari Persia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s