Manfaatkan Waktumu Wahai Pemuda

Pemuda merupakan wujud puncak seorang manusia. Pendewasaan dari masa kanak-kanak sebelum mencapai renta di masa tua. Ibarat cahaya matahari di tengah hari yang lebih kuat sinarnya dibanding pagi dan senja hari. Masa muda adalah masa serba ingin tahu, masa yang peka, penuh kepedulian, dan mampu menampung semua perubahan yang terjadi dari hal yang baik sampai yang paling buruk. Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Guyonan sebagian pemuda mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga? Sungguh sangat mustahil. Hidup di dunia ini adalah sementara. Dimana dunia ini adalah tempat pengembaraannya yang kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok, sedangkan akhirat menjadi tujuannya. Maka persiapkan bekal sebanyak-banyaknya dengan beribadah serta beramal sholih. Seperti nasehat Nabi saw :


Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (Riwayat Al-Hakim & Baihaqi)

Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: “Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”
Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”

Jangan sampai menyesal di kemudian hari ketika mengetahui nilainya setelah kehilangan lima itu. Seseorang baru ingat kalau dia diberi nikmat sehat, ketika dia merasakan sakit. Dia baru ingat diberi kekayaan, setelah jatuh miskin. Dan dia baru ingat memiliki waktu semangat untuk beramal di masa muda, setelah dia nanti berada di usia senja yang sulit beramal. Orang yang beramal di waktu muda akan bermanfaat untuk waktu tuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s