Pemuda Pejuang Bangsa

Pemuda merupakan pemimpin di masa depan. Aset bangsa yang akan menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa. Sesuai pernyataan Ali Bin Abi Thalib: “Sesungguhnya di tangan pemudalah segala urusan umat, dan di telapak tangannya hidup dan matinya umat”.  Pemuda memberikan peran yang sangat penting dalam perubahan bangsa Indonesia. Dari perjalanan bangsa yang terbagi dalam beberapa fase seperti fase perjuangan kemerdekaan, fase mempertahankan kemerdekaan atau fase orde lama, fase orde baru dan fase reformasi diisi oleh kekuatan pemuda. Kekuatan pemuda terletak pada semangatnya yang tidak pernah putus asa dalam dinamika pergerakan, perjuangan dan karya dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.

Pada fase perjuangan melahirkan tokoh muda yang peran dan pemikirannya menjadi tonggak sejarah perubahan bangsa. Sebut saja nama-nama besar seperti Soekarno, Hatta, Tan Malaka, HOS Cokroaminoto, dan para pejuang prakemerdekaan yang lain. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 pun telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan Tanah Air yang satu, yaitu Indonesia. Semangat  Sumpah Pemuda telah menggetarkan relung-relung kesadaran generasi muda untuk bangkit, berjuang dan berperang melawan kolonialisme penjajah.

Masa kepemimpinan Soekarno yang kemudian dikenal dengan sebutan orde lama pun tak lepas dari semangat pemuda untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa itu juga melahirkan tokoh muda yang sangat fenomenal. Soekarno dan Hatta belum genap 40 tahun ketika mewakili bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sutan Sjahrir juga masih sangat muda ketika berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Muhammad Natsir yang menjadi perdana menteri juga merupakan tokoh muda yang berusaha mempertahankan kemerdekaan ketika ada konflik antarelit pada masa itu. Para pemuda bahu-membahu mengumpulkan semangat demi mempertahankan kemerdekaan yang telah susah payah dicapai saat adanya ancaman disintegrasi bangsa.

Fase orde baru merupakan masa yang sangat panjang dan praktis sangat sedikit tokoh muda yang dapat bernafas lega ketika memperjuangkan idealismenya. Kekuasaan yang sangat otoriter menyebabkan gerakan generasi muda menjadi mandul. Tindakan represif penguasa menyebabkan pemuda tiarap dengan paksa karena dominasi kekuasaan yang berkolaborasi dengan penguasa modal sangat kuat. Peristiwa Malari (15 Januari 1974) adalah contoh nyata peran kaum muda terutama mahasiswa melawan perselingkuhan kekuasaan dan kapital. Pada masa itu muncul nama-nama seperti Hariman Siregar, Arif Budiman dan lain-lain. Pada akhir kekuasaan orde baru, gerakan untuk melawan kekuasaan yang korup, otoriter dan represif kembali menguat.Namun, gerakan itu ditumpas habis oleh penguasa.

Fase reformasi yang menjadi tonggak besar perubahan dan perkembangan Indonesia. Hegemoni kekuasaan yang telah berjalan selama 32 tahun tumbang karena desakan mahasiswa secara nasional. Pada 22 Mei 1998 adalah hari bersejarah bagi keberhasilan gerakan kaum muda melawan kekuasaan yang lalim. Presiden Soeharto terpaksa lengser setelah gedung DPR/MPR diduduki mahasiswa berhari-hari. Lagi-lagi kaum muda berperan menumbangkan rezim tirani dan membawa perubahan bagi bangsanya.

Pemuda sebagai kelompok kritis diharapkan mampu menangkap getar-getar nurani rakyat dan berani menyuarakan nilai-nilai kebenaran. Itulah sebabnya dalam setiap perubahan sosial selalu menghadirkan pemuda sebagai aktor penting. Karakter kaum muda dituntut untuk responsif, inisiatif, kritis serta optimis. Semoga generasi muda memiliki fisik yang kuat, otak yang cerdas, waktu yang luang, jiwa yang waras, niat yang tulus, budi yang luhur untuk membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s