Ibadah itu menyenangkan

Islam ibarat sebuah bangunan yang sempurna dengan fondasi akidah yang kuat. Sendi tiangnya berupa ibadah kepada Allah dan diperindah dengan akhlak mulia. Peraturan dalam syariat Allah adalah yang memperkuat bangunan tersebut, sedangkan dakwah dan jihad adalah pagar-pagar yang menjaga dari perusakan.

Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan. Andai tiap orang juga sadar bahwa hidupnya di dunia ini hanyalah persinggahan untuk mencari bekal, memenuhi kantung air sebanyak-banyaknya. Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin.

Ibadah merupakan hikmah diciptakannya jin dan manusia. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS.Adzariyat  51-56 :

“Dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Ibadah ialah segala amalan-amalan lahir maupun batin yang diridhai Alloh. Dalam islam, ibadah itu tercermin dengan rukun islam yang lima yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Selain itu, berbagai amalan sunah ataupun segala kegiatan yang kita lakukan apabila diniati untuk ibadah kepada Alloh akan mendapatkan ridho dari Alloh. Seperti contohnya kita tersenyum, belajar, bekerja dan berbagai kegiatan lainnya asal benar-benar niat karena Alloh untuk ibadah. Dan Alloh akan memberikan dua macam pertolongan dalam beribadah. Yang pertama saat sebelum melakukannya, yakni untuk teguh hingga dapat menjalankan ibadah; dan pertolongan kedua, yakni untuk istiqamah dalam menjalankan ibadah. Maka segala sesuatu harus diawali dengan niat dari dalam hati untuk ibadah.

Begitu mudah dan menyenangkan wujud ibadah kepada Alloh tapi kebanyakan orang kurang memahaminya. Namun, saat semua sudah terpatri dalam hatinya, maka saat itulah ibadah menjadi terasa sangat mudah dan menyenangkan. Tidak ada lagi ibadah yang terasa berat. Sholat lima waktu akan terasa indah, ditambah dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Puasa menjadi mudah dan ni’mat. Zakat akan dengan ringan di tunaikan. Tiada lagi rasa berat, rasa merugi ketika ibadah dan perintah Allah di lakukan begitupun ketika laranganNya harus di jauhi dengan ringan hati. Saat itulah sholat bisa menjadi pencegah seseorang berbuat maksiat. Pada waktu itulah sedekah menjadi penolak bala. Melakukan segala kegiatan pun menjadi mesin pendorong yang kuat sekali, yang mampu mendorong seoserang untuk tiada hentinya menggunakan segala potensi yang dimilikinya untuk berprestasi dan mencari ridho Alloh.  Semua itu adalah buah kemanisan dari Iman.

2 thoughts on “Ibadah itu menyenangkan

  1. laik dis pisan…harus bersyukur sm kesempatan dan kesehatan yg udah Alloh kasih ke hidup qt sehingga bisa beribadah mencari wajahNYA…

    come on u guys BANDARA…smg ga hanya jadi muda/i yg gaol dan berwawasan dunia tapi jg oke masalah kehidupan akhirat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s