Generasi Mandiri

Mandiri dengan Ilmu Agama

Teman-teman Muda-mudi, bukan tidak mungkin suatu saat kita akan dihadapkan pada pilihan prioritas: “Kuliah dulu? Kerja dulu? Atau Mondok dulu? Atau mungkin Nikah dulu? (ini mah terutama untuk kalangan yang nishob)”. Hmm..sulit ya menentukannya. Tapi tenang saja, tidak perlu bingung, mudah-mudahan beberapa cerita berikut bisa memberi sedikit pencerahan.

Seorang pemuda dari Cibodasari, Tangerang Kota bercerita bahwa ia sekarang sedang menempuh jenjang pendidikan tinggi, alias berstatus sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi. Namun yang lebih membuat takjub lagi adalah pendidikan tersebut ia tempuh setelah menyelesaikan satu tahun masa tugas kemubalighannya di sebuah daerah di Pulau Sumatera. Ilmu Agama kita peroleh, kemudian kita sampaikan, selanjutnya tinggal kekuasaan Allah untuk memudahkan perkara dunia kita. Tidak perlu takut terlambat barang satu atau dua tahun untuk masuk ke perguruan tinggi favorit, karena umur adalah rahasia Allah, dan jelas bukan buang-buang umur namanya jika ilmu dan kefahaman agama kita bertambah (ingat tujuan kita hidup lho!).

Tulisan di atas bukan hanya sekedar cerita, karena alhamdulillah seorang teman kita di Lembang ada yang sudah berpikir ke arah tersebut. Seorang pelajar kelas 3 SMA, ia bertekad setelah lulus akan meneruskan ke Pondok Pesantren untuk mengkhatamkan hadits besar terlebih dahulu dan baru setelah itu ia berencana untuk meneruskan ke Perguruan Tinggi. Saat ditanya, “Apakah kamu yakin tidak lupa pelajaran sekolah?”, dia hanya tersenyum dan menjawab, “Itu semata kekuasaan Allah.”

Di masa kehidupan dewasa nanti, saat kita sudah berkeluarga dan berada di tengah-tengah masyarakat, dunia akan menjadi sangat berat dan penuh tantangan. Kita punya istri/suami, anak-anak, keluarga, harta yang harus senantiasa kita jaga dari api neraka. Tugas tersebut tentu akan mudah dijalankan jika sebelumnya kita sudah memiliki kefahaman diri yang kuat.

Oleh karena itu, keputusan prioritas yang tepat untuk kemandirian kita kelak adalah mengambil Ilmu Agama sebelum yang lain. Sedini mungkin kita mondok dan jadi mubaligh agar sedini mungkin kita bisa memperlancar kehidupan kita di masa mendatang, baik itu kehidupan Kuliah, Kerja, ataupun Nikah.

(red) 0409.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s